Ini zaman apa…terjadi ironi dimana-mana…anomali…absurb…mehong…Tapi aku tak layak mencela zaman. Sebab waktu ini adalah waktu-Mu, ruang ini adalah ruang-Mu, dan jiwaku ada dalam genggaman-Mu.
Dalam setiap hembusan nafasku hadir Kuasa-Mu. Wahai Robb, Engkau tak pernah lupa beri aku nikmat, tak pernah lupa Mengurus-Ku, tak pernah Meninggalkanku…Sedang aku sering meninggalkan-Mu, melupakan-Mu, lalai terhadap-Mu. Wahai Tuhan Yang Maha Kasih…Tangan-Mu lah yang Menggapaiku saat aku jatuh, Menyentil-Ku saat aku khilaf. Sampai sekarang Kau masih izinkan aku berpijak di bumi-Mu…Kemana lagi aku akan berpijak jika tidak di bumi-Mu…sebab ruang ini adalah ruang-Mu dan waktu ini adalah waktu-Mu. Engkau masih berikan aku kesempatan untuk menangis ketika aku ingin menangis…
Di tengah zaman yang sedang berputar ini…aku hanya ingin menjadi lebih baik dari hari kemarin, bukan lebih baik dari orang lain…Tak boleh ada kesombongan, tak boleh ada keangkuhan…sebab aku bahkan tak bisa menggenggam jiwaku sendiri…betapa manusia begitu rapuh…
Dalam durasi yang telah terpotong untuk suatu percuma, ciptakanlah yang tersisa menjadi durasi yang berharga…