Archive for November, 2005

Bila Aku Jatuh Cinta….

Saturday, November 26th, 2005

Ya ALLAH, bila aku jatuh cinta,

  Cintakanlah aku pada seseorang

  yang melabuhkan cintanya pada-Mu

  agar bertambah kekuatanku

  untuk mencintai-Mu…

  Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,

  jagalah cintaku padanya

  agar tidak melebihi cintaku pada-Mu…

  Ya ALLAH, jika aku jatuh hati,

  izinkanlah aku menyentuh hati seseorang

  yang hatinya tertaut pada-Mu

  agar tidak terjatuh aku

  dalam jurang cinta semu…

  Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,

  jagalah hatiku padanya

  agar tidak berpaling dari hati-Mu….

  Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,

  jagalah rinduku padanya

  agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu….

  Ya ALLAH, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan  indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu…

  Ya ALLAH, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,

  jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam

  perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu…

  Ya ALLAH, jika Kau Halalkan aku merindui kekasih-Mu

  jangan biarkan aku melampaui batas

  sehingga melupakan aku pada cinta hakiki

  dan rindu abadi hanya kepada-Mu….

  Ya ALLAH,

  Engkau Mengetahui bahwa hati ini telah terhimpun

  dalam cinta pada-Mu,

  telah berjumpa dalam taat pada-Mu,

  telah bersatu dalam dakwah pada-Mu

  dan telah terpadu dalam membela syariat-Mu,

  penuhilah hati ini dengan Nur-Mu

  yang tiada pernah pudar.

  Lapangkanlah dada-dada kami

  dengan limpahan keimanan….

  Amiinn…Amiinn…Ya Robbal ‘Alamiinn….

 

Inilah Anak-Anakmu YAng Hina

Saturday, November 26th, 2005

   Ibu menghidupi kerja-kerja kecil, kami menggelembungkan pikiran-pikiran besar. Kaki Ibu yang telanjang berjalan menapaki desa yang blethok, menyingkirkan batu-batu untuk dijadikan pagar atau tembok.

   Kami terbang ke angkasa-dengan biaya amat mahal, waktu ayng berulur-ulur dan hiasan sayap yang warna-warni sambil mata silau oleh cahaya matahari, menengok ke bawah, menyimpulkan perlunya memijakkan kaki di tanah jalanan hidup, merancang bagaimana taktik dan strategi ayng terbaik untuk menyingkirkan batu-batu, memproduktifkannya untuk membangun pagar atau tembok. Pelaksanannya, kami pasrahkan kepada hari esok, karena tenaga dan waktu kami sendiri lebih bermanfaat bagi seseuatu yang lain.

   Kami memikirkan, sambil dinaungi oleh subsidi dan biaya proyek. Ibu mengejakannya dengan dibiayai oleh Tuhan atau entah siapa. Kami mendiskusikan, menseminarkan, mengasumsikan, menyimpulkan, mendokumentasikan. Ibu melakukannya. ibu melakukan tanpa pernah mendengar atau apalagi memahami segala isi diskusi demi diskusi yang selalu harus berkepanjangan dan mengulang-ulang. Ibu melakukannya, persis seperti yang akhirnya dianjurkan oleh diskusi itu. Ibu melakukannya, sejak jauh sebelum terselenggara diskusi-diskusi itu.

    Anak-anak Ibu kulakan tema-tema besar, mungkin karena terpaksa melarikan diri dari kegagalan mengerjakan hal-hal kecil. Ya. Inilah anak-anakmu yang hina, Bu. Gagal bersilaturahmi dengan lingkar-lingkar kecil dari kehidupan, kemudian malah melompat memasuki kancah kisaran besar sejarah. Anak-anak yang membutuhkan waktu begitu panjang untuk proses sedikit tahu diri (EAN)

Friday, November 18th, 2005

Bahagia…bahagia…bahagia..bahagiaaaa…..kenapa? Entahlah, yang jelas aku bahagia karna banyak temanku yang akan menikah. Dan InsyaAllah sahabatku bentar lagi juga akan menikah. Bahagiaaaaa…..melihat sahabatku bahagiaaa….setelah sekian lama diterpa badai, akhirnya kau temukan kebahagiaan itu sobat…Baarokallohufiik. Semoga barokah dan rahmat ALLAH tercurah padamu. “Sesungguhnya kunci kebahagiaan itu adalah dengan menaati ALLAH dan Rasul-Nya”, maka bertindaklah sesuai dengan yang telah digariskan ALLAH dan Rasul-Nya”. Bahagiaaaa…aku bahagiaaaa….menghadiri undangan Walimahan temen-temenku, apalagi waktu menghadiri akad+walimahannya Mbak Farikha Yuniar. Subhanallah, tata cara proses pernikahannya Islami banget. Mbak Farikha beruntung, dikaruniai keluarga yang sholeh. Seluruh anggota keluarga besarnya ikhwah….Begitu pun dengan keluarga suaminya, sudah terkondisikan dengan baik. Basic agama mereka tinggi. Bahagiaaaaa…waktu berbagi ilmu ama mbak Farikha. Waktu itu aku nebeng Mbak Luthfi yang jadi perias pengantinnya Mbak Farikha. Heemmm…jadi undangan VIP nih ceritanya : berhak memasuki kamar pengantin dan mbantu merias pengantinnya, sementara yang lain tidak diperkenankan masuk (Saat merias, mbak Luthfi yg mengenakan cadar harus membuka cadarnya. Otomatis, pintu kamar harus selalu ditutup+dikunci supaya tidak terlalu banyak orang yang lalu-lalang keluar masuk kamar). Suasana saat itu kok persis kayak pas Syu’ro ikhwan-akhwat ya? Pake hijab dan begitu aku memasuki ruang tamu…jreennggg…banyak anggota PCC (Persatuan Celana Cingkrang) alias ikhwan gitu loh^_^. Dan begitu memasuki ruang tengah…jreennggg….para wanita bercadar dan bergamis besar terlihat di sana-sini. Subhanallah…sejuuuukkkkk di hatiiii….bahagiaaaaaa¬^_^

TOMBO ATI (OBAT HATI)

Monday, November 14th, 2005

TOMBO ATI

IKU LIMO PERKARANE

KAPING PISAN MOCO QURAN LAN MAKNANNE

KAPING PINDHO

SHOLAT WENGI LAKONONO

KAPING TELU WONG KANG SHOLEH KUMPULONO

KAPING PAPAT

KUDU WETENG INGKANG LUWE

KAPING LIMO DZIKIR MALAM PERPANJANGLAH

SALAH SATUNYA

SOPO BISO MENJALANI

MUGI-MUGI GUSTI ALLAH NYEBADANI

OBAT HATI

ADA LIMA PERKARANYA

YANG PERTAMA BACA QURAN DAN MAKNANYA

YANG KEDUA

SHOLAT MALAM DIRIKANLAH

AYNG KETIGA BERKUMPULLAH DENGAN ORANG SHOLEH

YANG KEEMPAT

PERBANYAKLAH BERPUASA

YANG KELIMA

DZIKIR MALAM PERPANJANGLAH

SALAH SATUNYA

SIAPA BISA MENJALANI

MOGA-MOGA ALLAH TA’ALA MENCUKUPI….

TOMBO ATI (OBAT HATI)

Monday, November 14th, 2005

TOMBO ATI

IKU LIMO PERKARANE

KAPING PISAN MOCO QURAN LAN MAKNANNE

KAPING PINDHO

SHOLAT WENGI LAKONONO

KAPING TELU WONG KANG SHOLEH KUMPULONO

KAPING PAPAT

KUDU WETENG INGKANG LUWE

KAPING LIMO DZIKIR MALAM PERPANJANGLAH

SALAH SATUNYA

SOPO BISO MENJALANI

MUGI-MUGI GUSTI ALLAH NYEBADANI

OBAT HATI

ADA LIMA PERKARANYA

YANG PERTAMA BACA QURAN DAN MAKNANYA

YANG KEDUA

SHOLAT MALAM DIRIKANLAH

AYNG KETIGA BERKUMPULLAH DENGAN ORANG SHOLEH

YANG KEEMPAT

PERBANYAKLAH BERPUASA

YANG KELIMA

DZIKIR MALAM PERPANJANGLAH

SALAH SATUNYA

SIAPA BISA MENJALANI

MOGA-MOGA ALLAH TA’ALA MENCUKUPI….

Siapa Dia?

Saturday, November 12th, 2005

Lokasi : Swalayan As-Sakinah, belakang ITS
Waktu : Sore hari di akhir bulan Sya’ban

Dia : “Assalamu’alaikum, kamu yang sering berada di masjid itu kan?”, sa[anya sambil tersenyum ramah ke arahku. Aku terus mengikuti arah pandanganmatanya dalam diam. Dia, seorang gadis berjilbab, berkacamata, bertubuh agak mungil dan penuh senyum.

Aku : “Wa’alaikumussalam warahmatulloohu…”, balasku dengan wajah binung banget…Perasaan kami belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kami kok kayaknya udah kenal lamaa…Siapa ya???
“Eh, ehmmmm….ya”, jawabku ragu-ragu. Dalam hati aku bertanya-tanya : masjid ITS apa masjid UNAIR ya??? Kalo masjid UNAIR aku emang sering ke sana sebab itu pusat aktivitas keagmaan dan aku kan mhs UNAIR. Tapi kalo masjid MAnarul ‘Ilmi ITS….ya jarang banget kecuali ada acara penting.

Aku jadi berpikir….apa makna dari kejadian yang bagiku sangat aneh ini…??? Seperti sebuah firasat atau panggilan atau bahkan teguran mungkin….? Kejadian aneh ini terjadi pada akhir bulan Sya’ban, menjelang Ramadhan tercinta…Dan benang merah dari semuanya ini adalah…..saat bulan Ramadhan, aku menghabiskan hampir seluruh waktuku di masjid ITS….

Aku : “Kamu kok tau sich…???”
Dia : ” Yaa pokonya aku sering liat kamu di masjid…..”

Siapa Dia????

Rindu Ramadhan…

Friday, November 4th, 2005

Sedihnya berpisah dengan Ramadhan, bulan yang maknanya teramat dalam…Bulan yang di dalamnya Rahmat Allah tercurah amat banyak. Di bulan ini, tiap hari ada doa yang dikabulkan. Hati dan jiwa terasa tenang dan damai….Serasa ada yang hilang ketika Ramadhan pergi….Allah, Perkenankan aku untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan….Begitu banyak peristiwa agung dan berarti di Ramadhan kali ini….Buka hati, buka mata.

Ramadhan sungguh tiada taranya….Air sejuk mengalir dalam jiwa, membasuh segala keresahan dan kesumpekan. Mampu mengalirkan air mata di tiap doa, di tiap sujud. Para malaikat senantiasa memohonkan Rahmat bagi orang-orang yang berpuasa….Rahmat…RAhmat…Rahmat…Hanya dengan Rahmat-Mu Wahai Tuhan YAng Maha Pengampun dan Penyayang, kami bisa memasuki surga-Mu….Hasby Rabbi Jalallaahu, Maghfi Qolbi Ilallah. ‘Alal hadi sholalloohu, Laa Illaaha Ilallaahu….