Satu langkah ke depan
Tuesday, December 27th, 2005Satu langkah ke depan
Satu…
dan satu lagi…
Perlahan
tapi pasti
dan berbekas…
Satu langkah ke depan
Satu…
dan satu lagi…
Perlahan
tapi pasti
dan berbekas…
Seperti air
Berliku namun pasti
menuju ke satu titik
dengan meninggalkan tanda-tanda
kehidupan
sejuta kunang-kunang
menuntun
di jalan panjang
Lentera
cahayanya redup
namun tak menyerah
untuk selalu hidup
menerangi sekitarnya
Sempat berpendar…
Perlahan-lahan bersatu
Lalu berbinar
terus berpijar
walau cuma temaram
namun lentera itu tak akan mati…
Bismillah
Dalam menjalani proses yang bernama kehidupan tentu banyak hambatan serta rintangan. Pun dalam menyelesaikan sebuah tugas besar yang bernama Skripsi. Tak urung aku pun sering mencucurkan airmata saat menatap layar komputer and doing nothing ‘coz I’m stag! Tapi ga papa. Jangan menyerah. Teruslah berikhtiar…dan smuanya pasti bisa diselsaikan dengan baik. Kembangkan dulu positive thingking dan kemudian semuanya akan mengalir dengan lancar. Tentukan visi dan misi selanjutnya. Dan langkah qta akan terarah. Tak ada salahnya punya mimpi besar, walaupun untuk menuju ke sana harus melalui banyak tahap menyakitkan. Mintlaha pertolongan ALLAH di setiap ihktiar yang qta lakukan. Minta dukungan pada orang-orang terdekat…
Mungkin diri ini pernah nyaris menyerah pada keadaan. Namun diri ini tak mau terus terperosok di dalamnya. Kesadaran harus bangkit dari kegagalan harus selalu dipupuk. Qta sudah diberi tangan kaki dan modal yang lain oleh ALLAH. MAka pergunakanlah, walaupun mungkin semua serba terbatas, setidaknya ada gerak, ada usaha, walupun tampak tak berarti. Asalkan NIAT qta benar, ALLAH PAsti tidak akan Menyia-nyiakan semua upaya dan semua pengorbanan…Amien
Bengkel tersebut terletak di perumahan yang cukup elite. "MAri masuk mbak,"seorang lelaki yang masih cukup muda menawariku untuk masuk ke bengkel itu. Aku yang semenjak tadi berdiri di ters bengkel pun segera menerima tawaran itu sebab kulihat hujan makin deras disertai angin kencang dan air pun mulai menggenang…alias bentar lagi bakalan banjir. Ternayat di dalam bengkel ayng cukup besar tersebut ada banyak pekerja, dan semuanya laki-laki. "Jangan suudzon KArtika," batinku. Keraguan untuk duduk sebentar sambil menunggu redanya hujan kupikir wajar aja sebab…I’m the prettiest…the girl in only meeee…Tapi rupanya bapak separuh baya yang duduk di depanku, yang sepertinya punya posisi yang cukup penting di bengkel itu (ini terlihat dari penampilannya yang necis dan rapi) mampu membaca keraguanku. Dia langsung menyapaku dan mengajakku ngobrol. "Kuliah dimana mbak?", tanya si bapak. "UNAIR pak," jawabku singkat. "Tinggal dimana?", tanyanya lagi. "Di jalan KArang Menur pak", jawabku. Kemudian percakapan kami berlanjut ke masalah perbengkelan. Basa-basi yang cukup memberi wawasan baru untukku. Bapak itu sempat mengeluh soal kondisi ekonomi yang makin memburuk. KAu hanya mendengarkan sambil sesekali manggut-manggut. Tiba-tiba datang seorang bapak ayng usianya tidak jauh beda dengan bapak yang duduk di depanku. Dari bahasa tubuh dan caranya berbicara, kelihatan sekali kalau dia adalah seorang yang punya perangai agak kasar dan keras, walau orangnya cukup friendly…Dia pun menyapaku dengan sapaan standard : kuliah dimana+tinggal dimana. Kalau kuamati sich, dia tampaknya juga punya posisi yang cukup penting dalam bengkel tersebut. Ini terlihat dari penampilan dan juga instruksi-instruksi ayng kerap dia berika pada para pekerja bengkel. LAlu bapak itu mengajakku ngobrol dan obrolan kami kali ini agak "berat" dan menyinggng hal-2 yang amat substansial….To be continued
Resah dan gelisah mendera, bertubi-tubi menghantam sisi hatiku yang paling rawan. Entah kenapa…rasio ini pun tidak mampu menjawabnya. Dosa apa yang sudah kulakukan? Sebab sepertinya ada ayng salah…Kurang bersyukur, banyak mengeluh, kurang amanah, mendzolimi orang lain, iri, dengki, terlalu panjang angan-angan…???
Ya ALLAH, hanya Engkau Yang Maha Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi…Engkaulah Yang Paling Mengerti dan Mengenal diriku…Bahkan terkadang aku pun tidak mengerti apa yang kubutuhkan dan apayang kuinginkan. Berilah hamba Petunjuk-Mu dan jadikan hamba oarng yang senantiasa bertobat kepada-Mu..Aamiin
Banyak amanah yang belum kuselesaikan. Sebagai seorang Muslim, aku tidak hanya hidup untuk diriku sendiri, tapi juga hidup untuk orang lain, bermanfaat buat orang lain, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, sebab Tuhanku Memerintahkandemikian. Banyak persoalan umat ayng belum terselesaikan. percakapanku dnegan seorang bapak di sebuah bengkel mesian dan las semakin memberiku keyakinan bahwa jalanini masih panjang…
Di tengah perjalanan pualng dari tokobuku Media Idaman Press, hujan ayng amat deras mengguyur Surabaya. Lalu aku pun menepi ke sebuah bengkel…. Resah dan gelisah mendera, bertubi-tubi menghantam sisi hatiku yang paling rawan. Entah kenapa…rasio ini pun tidak mampu menjawabnya. Dosa apa yang sudah kulakukan? Sebab sepertinya ada ayng salah…Kurang bersyukur, banyak mengeluh, kurang amanah, mendzolimi orang lain, iri, dengki, terlalu panjang angan-angan…???
Ya ALLAH, hanya Engkau Yang Maha Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi…Engkaulah Yang Paling Mengerti dan Mengenal diriku…Bahkan terkadang aku pun tidak mengerti apa yang kubutuhkan dan apayang kuinginkan. Berilah hamba Petunjuk-Mu dan jadikan hamba oarng yang senantiasa bertobat kepada-Mu..Aamiin
Banyak amanah yang belum kuselesaikan. Sebagai seorang Muslim, aku tidak hanya hidup untuk diriku sendiri, tapi juga hidup untuk orang lain, bermanfaat buat orang lain, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, sebab Tuhanku Memerintahkandemikian. Banyak persoalan umat ayng belum terselesaikan. percakapanku dnegan seorang bapak di sebuah bengkel mesian dan las semakin memberiku keyakinan bahwa jalanini masih panjang…
Di tengah perjalanan pualng dari tokobuku Media Idaman Press, hujan ayng amat deras mengguyur Surabaya. Lalu aku pun menepi ke sebuah bengkel…. Resah dan gelisah mendera, bertubi-tubi menghantam sisi hatiku yang paling rawan. Entah kenapa…rasio ini pun tidak mampu menjawabnya. Dosa apa yang sudah kulakukan? Sebab sepertinya ada ayng salah…Kurang bersyukur, banyak mengeluh, kurang amanah, mendzolimi orang lain, iri, dengki, terlalu panjang angan-angan…???
Ya ALLAH, hanya Engkau Yang Maha Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi…Engkaulah Yang Paling Mengerti dan Mengenal diriku…Bahkan terkadang aku pun tidak mengerti apa yang kubutuhkan dan apayang kuinginkan. Berilah hamba Petunjuk-Mu dan jadikan hamba oarng yang senantiasa bertobat kepada-Mu..Aamiin
Banyak amanah yang belum kuselesaikan. Sebagai seorang Muslim, aku tidak hanya hidup untuk diriku sendiri, tapi juga hidup untuk orang lain, bermanfaat buat orang lain, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, sebab Tuhanku Memerintahkandemikian. Banyak persoalan umat ayng belum terselesaikan. percakapanku dnegan seorang bapak di sebuah bengkel mesian dan las semakin memberiku keyakinan bahwa jalanini masih panjang…
Di tengah perjalanan pualng dari tokobuku Media Idaman Press, hujan ayng amat deras mengguyur Surabaya. Lalu aku pun menepi ke sebuah bengkel….To be continued