Archive for January, 2006

SUCI SEKEPING HATI

Sunday, January 29th, 2006

Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang

Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

Heeeemmmm….lagu yg selalu kuputer kalo lagi pengen begadang…hihihi

ngantuuukkkk:(

Sunday, January 29th, 2006

Jam komputerku menujukkan pukul 21.09. Duh ngantuuukkkk bangeeettttzzz Sekeping hati dibawa berlari, jauh melalui jalanan sepi, jalan kebenaran indah terbentang di depan matamu para pejuang….Suci Sekeping Hati-nya Saujana mengalun dengan tidak syahdu sama sekali karna kusetel dengan volume yg cukup tinggi. Biar kesadaran tetap terjaga..Hiaaaaattttt!
Berharap senang dalam berjuang, bagai merindu rembulan di tengah siang. Jalannya tak seindah sentuhan mata, pangkalnya jauh ujungnya belum tiba…..Iya juga sih…Aku kok tukang ngeluh ya…ngantuk lah, males lah, laper lah, bete lah…pengen nangis lah…Hentikaaaaaaaaaannnn….Aku ingin hidup secerah mentari…yang menyinari taman hatiku..Aku ingin seriang kicauan burung, yang terdengar di jendela kehidupan. Aku ingin segala-galanya damai, penuh mesra membuat ceria. Aku ingin menghapus duka dan lara, melerai rindu di dalam dada….sedamai pantai yang memutih…Seharum kasturi, seindah pelangi, segalanya bermula di hati….Jedela Hati-nya Saujana…..Pengeeeeeeennnnnn.
Kok males ya nyentuh skripsi…?!! Nek ga digara-garap, kapan marine nduk…..??!!@#$%^&*+=~?. Iyo ki, genduk sing ayu dhewe ki…ndableg tenan!!!
1.Luruskan NIAT!!!
2.Fokus!!!
3.Jangan MALAS!!!
4.Just DO IT!!!
Sujud pada-Nya Satu…teguh keyakinanmu…lenturkan keimanan, kasihmu kepada-Nyaaaa….Tuhan Yang Satuuuuu…Lihat dedaunan, kekeringan jua..gugut dibawa sang bayu…layu tak berguna….jiwa manusia, di arus usianya…Usia Antara Masa-nya Saujana

Aku mengembara merantau jauuuuh… Mencari setitik Rahmat-Mu Ilahi…Hanya pada-Mu kuserahkan jiwa dan nurani…Ampunkan hamba oh Tuhanku…Rahmat KasihMu-nya Saujana gitu loooohhh^_^.

23:23

Sunday, January 29th, 2006

Jam 23: 23. Sesuai tanggal lahirku…hihihi…paa hubungannya coba?? Yach, pokoknya itu angka faforitku lah yauuuwww….23 April 23 tahun yang lalu seorang bayi manis (wekekeke) lahir ke dunia yang fana ini. Membawa sejuta mimpi dan harapan. Huehehehehehehehe…duh, ketawa melulu sich..??? Yaaa…gantinya nangis laaahhhh. Kartika tuh seorang gadis rada manis yang kerjaannya nangiiissss meluluuu, terutama kalo lagi natap layer komputeeerrrr…ga tau kenapa Kartika tuh hobby banget sesenggukan di depan computer….hiks…hiks…hiks…

Tombo Ati+Ramadhan

Sunday, January 29th, 2006

Tombo ati, iku limo perkarane
Kaping pisan moco Quran lan maknane
Kaping pindho sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti ALLAH Nyembadani….

Obat hati, ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti ALLAH Mencukupi….

Ya Azziz, Ya Ghoffar, YA Mutakabbir…
Irkhamna…Irkhamna…………..

Lagu yang paling sering kuputar pas Ramadhan tahun lalu…Ramadhan…Aku kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnn…….Di bulan Ramadhan aku pasti bahagia..dada terasa lapaaaaanngggg…ga kayak sekarang, sesak melulu…hiks…hiks…Kalo semua bulan sama aja, buat apa ALLAH Azza wa jala mengistimewakan Ramadhan..? Ya karma Ramadhan itu emang sangaaaaaatttt istimewaaaaa….Sejuuuukkkk dan damaaaaiiii aja bawaannya…Ya ALLAH, perkenankan aku bertemu dengan Ramadhan berikutnya….

Gambar Kaleng Biskuit

Saturday, January 28th, 2006

Waktu kecil aku senang sekali mengamati gambar-gambar yang terdapat pada cover kaleng biskuit berbagai merek seperti Monde, Khong Guan dan lain-lain (sudah ga ingat lagi). Satu gambar yang paling sering mengusik perhatianku adalah gambar seorang wanita memakai kimono. Dia memegang sebuah payung. Wanita itu tersenyum. Background tempat wanita itu berdiri adalah sebuah taman dengan sebuah kolam di pinggirnya. AKu sempat bertanya-tanya, kenapa di hari yang cerah, tepatnya panas, seperti yang terlihat pada gambar, wanita itu harus memakai paying? Aku dulu belum ‘ngeh’ kalo kimono itu pakaian khas orag Jepang. So, latar belakang budaya orang Jepang tentu amat mempengaruhi gambar itu. Di Jepang, orang suka pake payung walaupun tidak hujan….Kenapa ya..?

Ada juga gambar keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Kali ini lokasinya di sebuah ruang makan milik keluarga Barat. Suasananya tampak demokratis sekali. Artinya anak-anak bebas berbicara dengan orang tuanya dengan gaya yang santai.

Kalau sekarang, aku sendiri ga tau persis apa gambar-2 seperti yang kulihat saat aku masih kecil sudah diganti atau tetap kayak dulu…entahlah, jarang beli biskuit kalengan scih^_^.

Tulisan ini kubuat saat aku ingin sekali pergi tiduuurrrr:(

Tidak tidak tidak tidak

Saturday, January 28th, 2006

Tidak tidak tidak tidak. Sungguh tak ingin membagi kesedihan dengan orang lain. Sungguh aku hanya ingin membagi kebahagiaan. Ingin melihat orang lain di sekitarku tersenyum dengan mata yang berbinar. Kalau mimpi buruk saja tak boleh diceritakan, apalagi kisah sedih. Meski perasaan sedih itu begitu menusuk-nusuk. Kadang hanya doa dan airmata saja yang mampu meredamnya.

Satu waktu pernah kuingin menjumpai seorang sahabat untuk menumpahkan segala rasa yang mendesak dada. Namun kuurungkan niatku. Tak ingin ku melihatnya susah dan ikut mikir masalahku. Aku akan menjumpainya kalau aku sudah bisa tersenyum. Ku ingin dia bahagia saat berada di dekatku.

Mata tak bisa menipu. Ya, mata memang tak bisa menipu. Suasana hati akan terpancar lewat sorot mata kita. Pernah kumencoba untuk menipu orang lain dengan terus membuat lengkungan di bibir. Namun sia-sia. Seorang sahabat yang punya perasaan amat peka menegurku. “Ada apa?. Kau sedang punya masalah ya?”, tegurnya. “Kamu kok tau? Emang keliatan ya?”, jawabku. “Sorot matamu mengatakan semuanya…”.

Tidak tidak tidak tidak. Aku tak bermaksud menipu orang lain. Sungguh. Hanya ingin memberi kebahagiaan pada orang lain. Harus kuakui beribu sanubari tak semudah kusangka. Namun, sungguh enak menjadi wanita. Allah Mengkaruniai mereka dengan sifat mudah menangis. Wanita sangat terbiasa untuk menyelesaikan atau setidaknya melegakan sesak dadanya hanya dengan menangis. Dan itu pun sering kulakukan. Berjam-jam aku melakukan terapi ini. Setiap kali ada masalah. Kata orang Psikologi, nangis itu sehat sebab dengan menangis racun di dalam tubuh akan keluar. Kok bisa? Ga tau. Tanya aja detailnya ama orang Psikologi. Eh, tapi setelah dipraktekkan ternyata emang bener loh. Abis nangis, badanku terasa lebih segar dan dadaku ga sesak lagi. Coba dech

Dan ALLAH juga Kasih fasilitas ngadu yg bernama Doa. Sholat itu kan artinya juga Doa. So, Doa itu penting banget yach? Bahkan Mahatma Gandhi yg Hindu itu pernah berkata : “jika saya tidak melakukan meditasi, niscaya saya ga bakalan kat hadapi berbagai permasalahan yang mendera”. Kita-kita yang Muslim ini malah diperintahkan (!) untuk berdoa. Nah lho! Dah kategori perintah nih…

Penuhi jiwa ini dengan satu rindu. Rindu untuk mendapatkan Rahmat-Mu. Meski tak layak kuharap debu Cinta-Mu. Meski begitu hina kubersimpuh.

Cukup bagiku ALLAH. Segalanya untukku. Di hatiku ini penuh tersimpan segala tentang ALLAH. Kepada NAbi Muhammad. Tercurah Shalawat ALLAH. Tiada Tuhan selain ALLAH. Cukup bagiku ALLAH.

Hasbi Robbi jalallaahu. Maafi qolbi Ilallaahu. ‘Alal hadi Sholallaahu. Laa Illaha illallaahu.

Dan satu lagi : yang penting, segala hal yang kita lakukan itu membawa Berkah gitu loooh^_^

UKHUWWATUL IMAN

Saturday, January 28th, 2006

 

Bismillah

Kita mempunyai Miqyasul Amal yang terkait dengan perjodohan. Islam mempunyai aturan yang sangat terkait dengan nilai keimanan, yakni Ukhuwwatul Iman (persaudaraan iman). Ukhuwwatul Iman inilah yang akan membawa hubungan ini hingga berlanjut sampai ke surganya ALLAH SWT. Dimana iman adalah modal kehidupan kita. Tanpa iman, dalam rangka membangun pondasi hidup, maka tidak ada artinya kita hidup. Dengan pondasi iman ini, maka hubungan pernikahan InsyaALLAH akan berlanjut sampai ke surga. Bukan hanya selama hidup di dunia saja. Karena ada dua nikmat dari ALLAH SWT yang akan berlanjut sampai ke akhiat, yakni iman itu sendiri dan berjodoh, menjadi suami istri, hingga anak-anak yang akan kita bawa ke surga. Sebagaimana firman ALALH yang artinya : “Masuklah kalian dan istri-istri kalian ke surga, di sana kalian akan diberi nikmat yang berlimpah ruah.”

Alangkah indahnya hidup ini jika nikmat ini bisa terus kita bawa sampai ke surga. ALLAH berfirman : “ Dan ia kembali kepada keluarganya dengan bergembira ria”. Karena itu seorang muslim harus tahu bagaimana ia mencintai dan tidak mencintai. Bagaimana ia senang dan tidak senang. Karena ALLAH telah Memberi tahu kepada kita bahwa SAAT KITA SENANG BELUM TENTU SENANG DAN SAAT KITA SUSAH BELUM TENTU SUSAH. ALLAH berirman : “Diwajibkan atas kalian perang, dan perang itu tidak menyenangkan bagi kalian. Bisa jadi kalian tidak senang akan sesuatu hal padahal itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kalian” (Q.S. 2: 216).

Misalnya kita sudah memilih yang agamanya baik, tapi ujiannya juga banyak. Hal ini karena di dunia memang TEMPATNYA UJIAN.Para NAbi juga diberi ujian yang berat, padahal agama mereka pasti baik. Maka dari itu, apapun yang menimpa kita, katakanlah BIYADIHIL KHOIR”…Semua itu baik menurut ALLAH. Semua pasti ada hikmahnya. Mungkin hikmahnya akan kita dapatkan di dunia, mungkin juga baru kita dapat di akhirat. Dan yang terpenting kita tetap membawa Ukhuwwatul Iman. Jika sudah masuk ke surga, semua itu tidak akan teringat (berarti) lagi.

Perjodohan itu seperti jual beli. Jika ingin diberkahi maka jual belilah yang gampangan. Sabda Rasulullah SAW : “ALLAH Memberikan kasih sayang kepada orang yang jika menjual gampangan, jika mmembeli gampangan, jika nagih hutang gampangan, jika membayar hutang gampangan.”

Wallahu’alam

ABSTRAK

Saturday, January 28th, 2006

Bencana kemanusiaan di Darfur, bagian barat Sudan yang pecah pada Februari 2003 merupakan salah satu bencana kemanusiaan yang terburuk. Bencana kemanusiaan tersebut dipicu oleh konflik etnis yang melibatkan kegiatan penyerangan terhadap fasilitas-fasilitas pemerintah oleh para pemberontak yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Sudan People’s Liberation Army (SPLA) dan Justice and Equality Movement (JEM). Kedua gerakan pemberontak ini menyatakan bahwa pemerintah Sudan menekan kelompok hitam Afrika demi keuntungan warga Arab. Isu etnis dan agama pun mencuat.

Selama ini banyak dilakukan upaya penelitian untuk mengetahui penyebab konflik etnis di Darfur. Beberapa pihak menyatakan bahwa akar konflik etnis ini bermuara pada factor-faktor domestik/internal seperti terjadinya bencana kekeringan berkepanjangan serta terjadi perebutan sumber daya alam diantara suku-suku yang eksis di Sudan. Namun sebenarnya tidak hanya faktor internal saja yang menjadi penyebab terjadinya konflik etnis. Faktor eksternal justru banyak mendominasi.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksplanasi dengan menghubungkan dua variabel atau lebih sehingga membentuk satu kesatuan rumusan masalah yang utuh. Berdasarkan hipotesis yang sudah dibuat kemudian peneliti berusaha membuktikan kebenaran hipotesis.

Level analisis difokuskan pada level analisis perilaku kelompok, yaitu dengan memfokuskan analisis pada hubungan antar berbagai kelompok kecil di berbagai negara. Kelompok identitas menjadi unit analisa dalam konflik Darfur. Dalam hal ini, rezim Khartoum, yang direpresentasikan oleh Presiden Sudan Omar al-Bashir beserta kabinetnya serta gerakan pemberontak yang direpresentasikan oleh SPLA dan JEM menjadi kajian utama.

Variabel yang dijadikan unit eksplanasi untuk menjelaskan faktor-faktor eksternal penyebab konflik etnis di Darfur adalah kekuatan internasional yang berwujud negara-bangsa (nation-state) menjadi unit eksplanasi penelitian konflik etnis di Darfur.

Dari data-data yang ada di lapangan, ditambah dengan latar belakang historis (historical background) dari Darfur sendiri, menunjukkan fakta bahwa ada empat penyebab eksternal konflik etnis ini. Pertama,Sudan yang masuk dalam kategori weak state tidak mampu mengontrol batas-batas negara secara politis, dan institusi politik yang ada tidak mampu mengontrol teritori negaranya. Kedua,terbentuknya intra state security concern yang sifatnya cross border menjadikan Sudan rentan terhadap intervensi pihak eksternal. Ketiga, kohesivitas kelompok yang tinggi mendorong terjadinya keterlibatan pihak eksternal. Keempat, status ekonomi internasional Sudan yang rendah di mata komunitas internasional memberi memberi peluang yang besar terhadap pihak eksternal untuk beroperasi.

Kata kunci : faktor eksternal, konflik etnis, darfur, sudan

Orang pintar minum Tolak Angin, orang stress nge-Posting ABSTRAK Skripsi^_^

Tatkala…

Saturday, January 28th, 2006

Takala airmata mengalir

Apakah arti air mata ?

Ada apa dengan asma yang kusebut?

Kenapa terdengar sangat memilukan

Ada apa dengan puncak yang kudaki

Kenapa begitu curam dan suram

Bunga adakah airmata dihatimu

Kenapa dirimu begitu penuh cinta dan makna

Makna, cinta ,amarah kenapa begitu dekat

Dan dimana sumber dari semua ini

kenapa begitu jauh dari hati?

Hiks…hiks…akhir-akhir ini aku sering nangis…

TOTTO-CHAN

Wednesday, January 25th, 2006

Totto-Chan hanyalah seorang

murid kelas 1 sekolah dasar

ketika ia dikeluarkan dari

sekolah. Para guru kewalahan

menghadapi tingkah lakunya. Ia

dianggap mengganggu proses

belajar. Pernah sekali waktu Totto-

Chan memanggil para pemusik

jalanan dari jendela kelasnya.

Pada saat yang lain, ia berusaha

bercakap-cakap dengan burung

walet yang sedang membuat

sarang. Semuanya ia lakukan tepat

pada saat pelajaran sedang

berlangsung.

Totto-Chan tidak tahu bahwa

ia dikeluarkan dari sekolah. Ibunya

hanya berkata bahwa ada sekolah

yang sangat bagus dan Totto-Chan

sebaiknya pindah dari sekolah

lamanya ke sekolah baru tersebut.

Nama sekolah baru itu Tomoe

Gakuen. Seluruh muridnya

berjumlah 50 orang. Ruang

kelasnya adalah gerbong kereta

bekas. Setiap hari, mereka boleh

memilih pelajaran apa yang ingin

mereka pelajari lebih dahulu. Saat

makan siang, seluruh siswa akan

berkumpul di aula, duduk

melingkar lalu memakan bekalnya

bersama-sama. Sudah bisa

dipastikan, Totto-Chan sangat

menyukai sekolah ini.

Satu hal lagi yang sangat

disukai Totto-Chan adalah sang

kepala sekolah, Mr. Kobayashi.

Orang tua yang bijaksana ini selalu

berusaha memahami setiap anak

muridnya. Ia tidak pernah

memarahi anak muridnya,

sebaliknya, ia selalu berusaha

menumbuhkan rasa percaya diri,

empati, rasa tanggung jawab dan

kasih sayang dalam diri setiap anak

didiknya.

Buku ini adalah kisah nyata

kehidupan sang pengarang,

Tetsuko Kuroyanagi ketika ia

belajar di Tomoe Gakuen. Apa saja

yang ia alami, bagaimana

perasaan-perasaan yang muncul

ketika ia menjalani hari-harinya di

Tomoe Gakuen, semua dituliskan

dengan sangat jelas. Cerita ini

berakhir seiring dengan hancurnya

Tomoe Gakuen akibat bom yang

dijatuhkan pada perang dunia II,

tahun 1945.

Buku ini sangat menarik. Ia

ditulis dengan bahasa yang sangat

sederhana, seperti buku harian.

Meskipun sederhana, buku ini

mampu menggugah emosi-emosi

kita. Kita bisa ikut tertawa ketika

membaca perilaku-perilaku konyol

Totto-Chan. Atau ikut sedih,

bahkan menangis ketika Totto-

Chan kehilangan sahabat-sahabat

terbaiknya.

Kesederhanaan buku ini

membuat anak-anak dapat dengan

mudah membacanya. Mungkin

mereka akan menemukan

beberapa kata sukar, namun

dengan bantuan kamus atau

bimbingan orang dewasa, mereka

akan dapat memahaminya dengan

mudah.

Bila ditelaah lebih lanjut lagi,

buku ini merupakan buku yang

sangat
sederhana
untuk

menggambarkan pengaruh sistem

pendidikan terhadap anak-anak.

Saat membaca, anda dapat melihat

betapa berbedanya kondisi Totto-

Chan saat bersekolah di sekolah

lamanya dan di Tomoe Gakuen.

Sistem pendidikan tidak harus

selalu dibahas melalui analisis atau

esai-esai yang tajam. Suatu kisah

nyata dari seorang anak yang

pernah merasakan sistem

pendidikan yang berbeda juga bisa

memberikan gambaran yang cukup

tajam. Buku inilah salah satu

contohnya.

Totto-Chan: Gadis Cilik di

Jendela telah terjual sebanyak

4.500.000 buku dalam setahun. Di

luar dugaan, ia mencapai best

seller di negaranya. Maka, tidak

rugi jika anda menambah lagi

koleksi buku di rumah anda dengan

kisah Totto-Chan ini