Penjelasan A’a Gym soal Pernikahan Keduanya
Sunday, January 28th, 2007Diambil dari milis nih. Semoga bisa memberikan pencerahan. Amin
>
> Assalamu’alaikum Wr.Wb.
>
> Alhamdulillah, rekan-rekan sekalian. Inilah saat yang ditunggu-
> tunggu oleh kita semua. Saya akan menyampaikan, sesuatu yang
sangat
> sangat penting, dan…hal yang dianggap akan menjadi hal yang
> strategis untuk siapapun yang menginginkan perubahan.
>
> Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada
seluruh
> civitas santri daarut tauhiid, andaikata keputusan yang aa ambil
ini
> membuat banyak ketidaknyamanan. Pertama, ketidaknyamanan perasaan
> karena informasi yang kurang jelas. Yang kedua,
> ketidaknyamanan. ..karena mungkin bertentangan dengan sebagian
> keyakinan. Yang ketiga, karena akan ada dampak bagi Daarut
Tauhiid,
> MQ maupun Kopontren.
>
> Keputusan berpoligami ini bukan hal yang ringan, saya sadar
> sepenuhnya akan dampak (baik dan buruknya). 5 tahun dibahas,
> prolognya sudah sering dibacakan, apa gerangan alasannya, mengapa
> mengambil resiko yang sangat besar seperti ini? Pertama, kita
lihat
> bahwa…kata poligami bagi sebagian masyarakat indonesia masih
> dianggap sesuatu perilaku yang buruk. Tidak heran bila ibu-ibu
> memberi nasihat…”Jangan berpoligami. ..!”
>
> Apalagi dengan adanya kejadian ini, sms yang… -sebagian sms yang
> saya lihat-…ibu- ibu yang begitu marahnya, sampai mau meludahi,
> memukul kalau bertemu AA, buku-buku disobek, potret tidak mau
> dilihat. Ini adalah bukan hal yang membuat kita emosi, tapi ini
peta
> (?tidak terdengar jelas), betapa belum semua orang bisa siap
> mendengar kata poligami.
>
> Ini menjadi pikiran…shalat jalan, shaum jalan, haji,
umrah…tapi
> ketika mendengar kata poligami…tersengat. Menjadi marah,
> menjadi…ghibah, seakan ada hukum Allah yang salah. Saya
> mengerti…bahwa wanita begitu berat mendengar kata ini, dan ini
> manusiawi. Tetapi…manjadi tidak yakin kepada kebenaran,
khususnya
> yang satu ini, menjadi memaki, memusuhi…ini yang harus kita
bantu
> perbaiki.
>
> Kita lihat juga, pada saat yang sama, pergaulan bebas, perzinahan,
> ttm…menjadi. ..sepertinya bukan sebuah perilaku buruk,
masyarakat
> makin permissive terhadap hal ini. Saya sebetulnya menunggu akan
ada
> tokoh yang berani mengubah paradigma ini, seperti zaman jilbab
dulu.
>
> Saudaraku sekalian, sesudah istikharah hampir satu tahun,
> maka…walaupun mungkin ada banyak kekurangan dan kesalahan di
dalam
> pengambilan keputusan ini, saya memilih untuk melakukannya.
Mengapa
> baru diumumkan sekarang? seperti halnya sepak bola, karena ini
> membutuhkan tim yang tangguh, saya harus menanti saat tim saya
> kuat…Teh Ninih, Anak-anak, Orang Tua. Besar harapan, Allah
membuka
> waktunya, dan Alhamdulillah, pertolongan Allah…kemarin diberi
> kesempatan dibuka waktunya.
>
> Satu…hikmahnya, bagi saya pribadi, ini saat yang paling tepat
untuk
> menguji apakah selama ini saya menikmati pujian, penghargaan,
> popularitas, penghormatan, atau saya berjuang karena ingin sesuatu
> yang saya yakini benar. Alhamdulillah, dengan adanya situasi ini,
> betapa banyak perhatian dalam aneka bentuk, caci maki, kutukan,
> ancaman…dan saya sependapat seperti yang dikatakan pak Miftah
> Faridl, kita harus ikhlas menerima caci maki ini, andai kata kita
> benar-benar mau komit. Alhamdulillah. ..
>
> Hikmah yang kedua, inilah kesempatan bagi masyarakat. Saya ingin
> tahu, dakwah saya selama ini mengajak orang komit kepada hukum
> Allah, aturan Allah, atau baru komit kepada suka Abdullah
> Gymnastiar. Kalau dia komit kepada hukum, berarti tidak ada
masalah.
> Ini hal yang halal, ini hal yang dibolehkan, bukan
dianjurkan.. .ini
> hal yang, juga Rasulullah tidak melarang, sahabat juga melakukan.
> Ini hal yang, aturan negara juga memberikan peluang. Ini bukan
> kejahatan, ini bukan zina, ini bukan selingkuh… INI HALAL!!
> Sesuatu yang halal, sesuatu yang boleh, tetapi mengapa sebagian
> orang sampai seperti itu kata-katanya? Berarti…saya dakwah belum
> berhasil membuat orang lebih yakin kepada kebenaran dari Allah,
baru
> sampai kepada figur AA Gym. Ini baik hadirin, untuk menguji sampai
> sejauh mana efek dakwah.
>
> Bagi saya pribadi, ini cobaan yang luar biasa mantapnya. Ternyata,
> poligami tidak semudah diucap. Setiap hari teruji sekali,
bagaimana
> 2 istri ini dari sudut yang berbeda? belum lagi anak-anak, belum
lagi
> masyarakat.. .menguras. ..AA pemula belum pernah berpoligami
> sebelumnya. Guru-guru saya juga jarang yang berpoligami terbuka.
> Adayang nasihat diam-diam, ada yang memberi nasehat bagus…belum
> juga. Jadi, untuk terbuka secara nasional, belum ada gurunya. Dan
> ini tidak mudah, hadirin. Kalau ada gurunya mungkin lebih mudah.
>
> Tetapi, saya yakin, saya bukan melakukan kejahatan. Saya tidak
> melakukan kemaksiatan, ini legal, ini halal…Bismillah.
Hikmahnya,
> jadi lebih sungguh-sungguh bergantung kepada ALlah. Kepada siapa
> lagi, selain kepada ALLAH? Maha suci ALlah, mudah2an besok lusa
akan
> nampak karunia ALlah lainnya bagaimana kita sudah serius
> menggantungkan kepada Allah.
>
> Hikmah untuk istri saya. Adayang bertanya…” AA Gym kurang apa
teh
> Ninih? Teh Ninih baik, pandai, sholehah, cantik.” Sulit saya
> mengemukakan. ..ini adalah tanda cinta saya kepada istri saya.
Saya
> tahu istri saya sangat baik, dan saya ingin istri saya menjadi
lebih
> baik. Saya rindu melihat teh Ninih menjadi bidadari di sorga
> kelak…dan saya tahu…saya adalah salah satu penghalang yang
> membuat teteh bisa mencintai Allah sepenuh hati. Siapa suami yang
> tidak rindu istrinya menjadi pecinta Allah? Saya pasti mati…Apa
> yang bisa dilakukan oleh seorang suami yang cinta ke istrinya,
> kecuali ingin menjadi pecinta Allah yang dapat menjamin dirinya.
> Tapi, saya susah menjelaskan ini kepada umum. Saya tahu istri saya
> akan sakit. Tetapi seperti yang disuntik vitamin, mungkin sakit
> sebentar, besok lusa dia akan lebih kuat. Kalau saya nanti mati,
> mudah2an inilah warisan terbaik sebagai tanda cinta saya kepada
> istri saya…Saya percaya betul teteh akan kuat.
>
> Ayahnya ulama, nenek-kakeknya ulama, adik-kakaknya orang-orang
yang
> terjaga, dia didoakan banyak orang. Saya tahu bagaimana teteh
bangun
> malam. Saya ingin teteh hanya mencintai Allah daripada mencintai
> saya (AA Gym berbicara sambil menangis). Ini benar hadirin…(pada
> bagian ini, terdapat jeda beberapa detik, karena AA Gym dipeluk
oleh
> seorang koleganya, dan terdengar juga suara tangisan AA Gym.
>
> Sebetulnya, di bagian ini, jika mendengarkan rekamannya lebih
> mengharukan daripada sekedar tulisan di sini. Karena emosinya
lebih
> terdengar, dan pada beberapa bagian kalimat, AA Gym berbicara
sambil
> menangis).
>
> Susahsaya mengungkapan dengan bahasa umum…
>
> Mudah2an besok lusa, cita-cita saya, teteh selama di bumi ini
> menjadi ulama wanita, yang benar2 sesuai perkataan dan
perbuatannya.
> Saya lihat umat terlalu banyak berkiblat kepada saya, ini tidak
> sehat. Jarang ada ulama wanita yang begitu penuh(?). Saya harus
> menggeser cinta para muslimah, mungkin lebih tepat kepada figur
> seorang ulama wanita. Saya siap menerima caci maki, saya siap
dihina
> orang, saya siap dijauhi orang…mudah2an Allah menerima ini
sebagai
> tanda cinta saya kepada teh Ninih, cinta saya kepada ummat, untuk
> mendapat figur yang lebih tepat. Wallahualam, Allah lah yang
> Maha Tahu. Hanya waktu yang akan memberikan bukti ini.
>
> Mengapa saya berbuat kejam kepada anak2 saya? Bukan kejam. Siapa
> yang lebih mencintai anaknya selain orangtuanya sendiri? Apakah
> cinta dengan dibiarkan dia tidak mengenal kebenaran? Apakah cinta
> dibiarkan dengan segala sesuatu yang enak? Saya ingin anak saya
> tidak (pernah/terlalu? ) mengatakan sesuatu yang salah tentang
hukum
> Allah. Dia harus mengatakan bahwa ini adalah hukum Allah. Nggak
> boleh dicacati hati ini terhadap kebenaran dari Allah. Tidak
mungkin
> Allah membolehkan sesuatu yang akan mencelakakan manusia. Tidak
> mungkin Allah memberikan aturan yang akan mencelakakan dan
> membinasakan, Allah yang paling tahu tentang manusia.
>
> Saya tahu luka hati Gaida, Ghazi dan beraat sekali bagi saya.
Tapi,
> saya percaya sepenuhnya saya tidak berbuat jahat. Ini adalah
> kebenaran yang tidak umum dilakukan. Alhamdulillah. Dan saya ingin
> anak-anak saya kuat, terlatih menghadapi yang sulit. Selama ini
> enak, dipuji, dihargai. Mereka akan menghadapi teman-temannya,
> lingkungannya. Saya ingin mereka kuat menjadi anak-anak yang kuat,
> dan mereka harus belajar berbagi kebahagiaan dengan yang lain.
>
> Alhamdulillah. Tadi pagi sebelum anak-anak pergi ke
sekolah…katakan
> Anakku untuk bapakmu…”harus kuat pak, harus kuat..”. Anak-anak
> memberikan dukungan luar biasa. Saya dapat sms dari
gurunya…”Anak-
> anak AA kuat dan tegar, di sekolah biasa, walaupun saya tahu
> biasanya yang lain terpuruk”.
>
> Saya percaya pertolongan Allah, bahwa Allah tidak akan menyia-
> nyiakan. Untuk daarut tauhiid, inilah saatnya, saudara lebih
banyak
> bergantung kepada Allah daripada kepada Abdullah Gymnastiar.
Mungkin
> akan ada penurunan jumlah jama’ah yang datang, pelatihan,
> pembeli…kalau saudara bergantung kepada Abdullah Gymnastiar,
> inilah saatnya saudara kecewa. Yang membagi rezeki bukanlah saya,
> Allah yang maha kuasa. Kita sudah sering mengatakan,” suatu saat
> jangan bergantung kepada AA”. Inilah saatnya. Yang
> daftar ke MQ Travel ada yang membatalkan, TIDAK APA-APA, BAGUS!!
> MEREKA HARUS LURUS NIATNYA!! Bukan karena AA Gym, HARUS KARENA
> ALLAH!!. Tamu ada yang membatalkan datang ke sini..ITU BAGUS!!
> Mereka tidak boleh datang karena manusia, mereka harus datang
karena
> mau mencari ilmu, mencari kebenaran. Saya tidak melihat kerugian
> dengan berkurangnya orang datang, berkurangnya transaksi jual
beli,
> disanalah keberuntungan dari ALlah, agar kita bener-bener tauhiid
> nya lurus.
>
> Bagi kaum muslimah, yang takut suaminya menikah lagi, yang tiba-
tiba
> menjadi benci kepada teh Rini… Teh Rini hanyalah seorang makhluk
> yang ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari terjadinya
ketentuan
> ini. Insya Allah, suatu saat mudah2an teh Ninih bisa menjelaskan
apa
> hikmahnya. Apakah saudara benci kepada sesama wanita sendiri,
dengki
> sehingga seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, berbuat
> sadis…orang yang berghibah itu orang yang dianggap sadis, karena
> seperti memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Ini ujian
> keimanan bagi AKhwat. Bagi lelaki, ikhwan di daarut tauhiid, ini
> juga ujian keimanan, apakah serta merta ingin melakukan hal
> yang sama, padahal tidak tahu ilmunya?
>
> Bagi ummat, ini adalah saatnya, mengetes apakah yang dicari selama
> ini hanya sesuatu yang enak, sesuai dengan seleranya, atau yang
> dicari yang benar menurut ALlah SWT. Mengapa begitu marah kepada
> saya? Karena tidak sesuai dengan harapannya. Harusnya, ummat
> menginginkan saya sesuai dengan harapan Allah, bukan harapannya.
> Alhamdulillah, akan ada saatnya sebagian orang tidak mau
> mendengar,menjauh, marah…tetapi saya percaya setiap hati itu
> adalah dalam genggaman Allah. Saat ini benci, belum tentu besok
akan
> benci. Saat ini mencaci, belum tentu besok akan mencaci. Mengapa?
> Karena yang menanamkan cinta bukanlah rekayasa kita, yang
menanamkan
> cinta hanyalah Allah SWT. Insya Allah, bagi saya tidak ada
masalah,
> dihina, dicaci, dikutuk, diancam…ini adalah bagian yang belum
> pernah saya jalani selama ini.
>
> Saudaraku sekalian, ini akan berproses beberapa waktu. Kalau
saudara
> mengharapkan pertolongan ALlah dan ikhlas, semuanya menjadi mudah.
> Kalau saudara mencintai dunia, mencintai pujian, penghargaan,
> bergantung kepada makhluk…inilah saat yang terberat yang saudara
> jalani. Barang siapa yang Allah baginya, Hasbiyallah wa ni’mal
> wakil, ni’mal maula wa ni’mal nassir.
>
> Saudaraku sekalian, mudah2an kedepan dengan ijin ALlah akan
terbukti,
> bentuk cinta seorang suami kepada keluarganya, kepada ummatnya,
Insya
> ALlah. Saya harus kuat menjaga keikhlasan ini, saudarapun teruji
> kesetiaan, cinta kepada AA. Saya tidak berharap agar rekan2
> mencintai, membela saya…Jangankan kepada rekan2, kepada teh
Ninih
> saja…”Mamah, AA tidak menuntut mamah melakukan apapun untuk
> keputusan yang AA ambil ini”. Karena tidak bisa diungkapkan
sekarang
> hikmahnya. Mudah2an rekan2 memaklumi, memaafkan, dan siap. Inilah
> babak baru dalam kehidupan saya, mungkin satu-dua tahun ini akan
> latihan mengembangkan kemampuan. Sebagai penggantinya, mudah2an
ibu2
> akan…tempat saya digunakan oleh teh Ninih.
>
> Mudah2an akan ada figur ulama lain yang bisa mengisi kekosongan
ini,
> pada saatnya mudah2an AA Gym yang tampil lebih layak disebut ulama
> daripada sekarang ini yang hanya baru belajar berdakwah biasa.
Saya
> membutuhkan situasi dimana teruji keikhlasan, teruji kegigihan,
> konsisten dalam kebenaran, apakah karena ALlah ataukah karena
> mencari kedudukan kepada manusia.
>
> Wassalamu’alaikum Wr.Wb.