Laskar Pelangi : Chilhood Memoar yang Menggerakkan!
Saturday, December 15th, 2007‘Awalnya saya menulis Laskap Pelangi adalah untuk curahan hati, tidak ada keinginan untuk menerbitkannya. Teman saya kemudian menemukan draft novel saya di kamar kos, lalu mengirimkannya kepada penerbit”. Tadi adalah pengakuan Andrea Hirata, sang penulis novel laris Laskar Pelangi yang kini terus dicetak ulang dan mendapat sambutan luas dari masyarakat kita dan mancanegara.
Mungkin statement Andrea tadi dirasa terlalu naif. Tapi Andrea mengatakan Laskar Pelangi sebenarnya adalah memoar masa kecilnya. Laskar Pelangi, adalah nama perr group atau kelompok pertemanan Andrea dengan 10 orang teman sekelasnya di SD Muhammadiyah, sebuah SD miskin di desa terpencil. Meskipun miskin dan terpencil, namun SD Muhammadiyah memiliki “mutiara terpendam”, yakni Laskar Pelangi dan 2 guru ikhlas yang Andrea ceritakan (saya yakin) dengan penuh keharuan dan penghormatan : Ibu Muslimah dan Bapak Harfan. Ibu Muslimah jualah yang memberi nama Laskar Pelangi kepada peer group yang didirikan Andrea cs.
Adalah suatu anugerah besar yang Alloh SWT limpahkan kepada Andrea Hirata : dia mampu mengingat masa kecilnya dengan sangat jelas dan detail. Ini tentu bukan hanya kerjaan otak, tapi terutama hati. Saat Andrea dihadirkan dalam talkshow Kick Andy! beserta Ibu Muslimah, tiada kata yang sanggup terucap kecuali air mata saat sang pemandu acara menanyakan komentar Andrea mengenai Ibu Muslimah. Hal yang sama saya rasakan ketika saya membaca bagian novel Laskar Pelangi yang menceritakan profil Ibu Muslimah. Ini tentang seorang guru yang ikhlas, seorang mukhlis yang memiliki derajat tinggi di mata Alloh.
Mungkin ini jugalah yang menjadikan novel ini menjadi oase di tengah padang pasir tema cerita yang itu-itu saja : budaya populer, sex bebas, anak orang kaya yang manja, selingkuh. Novel ini mampu menggerakkan masyarakat kita untuk lebih memberi perhatian pada pendidikan di tanah air. Novel ini juga menjadi referensi para pegiat pendidikan dan departemen pendidikan untuk membuat kebijakan yang lebih mencerahkan dan berhasil guna!